Selasa, 31 Januari 2023

ASAL MULA SERAGAM SEKOLAH

 SEJARAH PENGGUNAAN SERAGAM  SEKOLAH

Seragam sekolah adalah seragam yang digunakan sebagai identitas siswa siswi disebuah lembaga pendidikan baik negeri ataupun swasta. Negara yang berada didunia ini mempunyai ketentuan masing-masing dalam ketentuan seragam sekolah bagi siswa dan siswinya, khususnya pada siswa siswi sekolah dasar dan menengah. Indonesia sebagai negara kita juga memiliki ketentuan memakai seragam sekolah yang  ditetapkan secara beragam, baik berdasarkan jenjang pendidikan maupun jenisnya.
Pertanyaannya adalah sebenarnya bagaimana asal mula seragam sekolah itu? 

Menurut catatan sejarah yang diketahui saat ini berdasarkan data yang dilansir dari Ensiklopedia Britannicapenggunaan seragam sudah ada sejak tahun 1222. Negara yang pertama kali menerapkan seragam sekolah pada tahun tersebut adalah Inggris. Kala itu, Uskup Agung Canterbury mengamanatkan agar siswa mengenakan pakaian seperti jubah yang disebut "cappa clausa"  bentuknya mirip Jubah .

Untuk negara kita Indonesia menurut Muhamad Tisna Nugraha dalam buku Sejarah Pendidikan Islam: Memahami Kemajuan Peradaban Islam Klasik hingga Modern, seragam sekolah pertama kali berawal dari semangat dan jiwa nasionalisme pasca kemerdekaan, inisiatif penggunaan seragam sekolah pada saat itu juga dilatarbelakangi untuk menghindari persaingan tidak sehat selama siswa berada di sekolah.  

Aturan  penggunaan seragam sekolah secara nasional baru berlaku pada era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef (1978-1983). Sebelum adanya ketentuan secara nasional, seragam sekolah ditentukan oleh sekolah masing-masing dan hanya berfungsi untuk menghindari persaingan tidak sehat
Untuk ketentuan seragam secara nasional berupa warna merah putih untuk siswa SD, biru putih untuk siswa SLTP, dan abu-abu putih untuk siswa SMTA berlaku pada masa (Pembangunan Lima Tahun) Pelita III pemerintahan Orde Baru. 

Warna seragam sekolah di Indonesia diatur melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 52 Tanggal 17 Maret 1982. Surat ini menjelaskan warna-warna seragam resmi untuk peserta didik di Indonesia sekaligus maknanya masing-masing.

Aturan terbaru tentang seragam tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 yang berisi aturan mengenai seragam sekolah. Dalam 
aturan baru ini, sekolah bisa mengatur pengenaan pakaian adat untuk hari tertentu. Penggunaan pakaian adat ini wajib memperhatikan hak siswa untuk menjalankan agama dan kepercayaannya.

Untuk  seragam di Spentigte sesuai aturan terbaruPermendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022, pada hari Senin dan Selasa menggunakan pakaian putih biru, hari rabu dan kamis menggunakan pakaian batik khas Lumajang , untuk hari jum'at dan Sabtu menggunakan pakaian seragam pramuka. Kaos olahraga dipakai saat ada jam pelajaran olahraga di kelas. 
Untuk lebih jelasnya  berikut   model  seragam siswa Spendite mulai hari Senin sampai dengan hari Sabtu.

https://en.wikipedia.org/wiki/File:Cappa_clausa.jpg


Senin, 30 Januari 2023

Kegiatan Bapak Dan Ibu Guru Di Sekolah

Kegiatan Lain Bapak Dan Ibu Guru Di Sekolah 

Apa sih definisi guru itu? Dan mengapa bapak dan ibu yang mengajar di sekolah/ lembaga formal itu disebut sebagai bapak atau ibu guru?
Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, dijelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dari definisi itu

 jelas sekali bahwa guru profesional adalah orang yang terlibat dalam pendidikan yang tugasnya tidak hanya sekedar mentransfer ilmu dari guru kepada peserta didik akan tetapi lebih dari itu. Guru berperan sebagai pengganti orang tua di sekolah yang tugasnya mengarahkan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan dan menjadikan mereka menjadi manusia seutuhnya melalui teladan yang bisa dicontoh, semangat atau dorongan untuk menjadi lebih baik dan bimbingan atau arahan agar selalu pada jalur kebenaran dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.
Guru mempunyai beban atau tugas untuk menumbuhkan kemampuan peseta didik agar dapat meningkatkan  dan mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti tujuan pendidikan yang tertera pada UUD 1945 alinea 4, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.  

Berat bukan tugas seorang guru itu?

Supaya guru itu profesional, maka guru juga melakukan evaluasi terhadap metode mengajar yang dilakukannya di kelas agar bisa mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik untuk pengukuran kemajuan kegiatan di sekolah. 
Dokumentasi  dalam tulisan ini dilakukan saat bapak dan ibu guru Spentigte melakukan Evaluasi untuk mengembangkan keprofesionalnya agar siswa yang ada di Spentigte benar-benar merasakan sejahtera atau bahasa kerennya 
student well-being.





















Eltasi (Elektronik Konsultasi)

Eltasi (Elektronik Konsultasi)

ELKO (Elektronik Konseling)

Elktronik Konseling

SENAM YUK

 PEMBIASAAN SENAM HARI SABTU

Kegiatan Olahraga senam merupakan kegiatan yang membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan psikis kita. Loh koq bisa untuk psikis juga??? 

Menurut Stevens, Olahraga yang baik akan dapat mengurangi stress hal ini dikarenakan, olahraga dapat merangsang feel good hormone yaitu endorphin, hormone ini akan memberikan rasa tenang, melepaskan ketegangan, dan mengurangi rasa sakit. Endorphin yang dihasilkan selama berolahraga akan menggantikan hormone stress dan membuat emosi lebih stabil. Dan sebaliknya jika sesorang jarang melakukan kegiatan olahraga maka tingkat sressnya akan meningkat hal ini sejalan dengan meningkatnya hormone stress yaitu kortisol (Stevens, R.E et al, 2013)

Hasil penelitian tim peneliti dari University of Dundee dan University of Strathclyde menemukan bahwa aktivitas fisik menawarkan manfaat dalam pencapaian di bidang ilmu pengetahuan. Penelitian ini melibatkan sekitar 5.000 anak-anak, ditemukan hubungan antara olahraga dan keberhasilan ujian dalam bahasa Inggris, matematika, dan sains. Ditemukan peningkatan kinerja akademik untuk setiap tambahan 17 menit berolahraga pada anak laki-laki dan 12 menit pada anak perempuan (Budd, S.C et al., 2017)






Olahraga Bareng kita yuk...


Daftar Rujukan

Budd,S.C, J.-C. Egea, (2017). The Popularity and Benefits of Sport and Exercise: Implications in Dentistry. Sport and Oral Health, DOI 10.1007/978-3-319-53423-7_2.

Stevens, R. E., Loudon, D. L., Yow, D. A., Bowden, W. W., & Humphrey, J. H.(2013).Stress in college athletics: Causes, consequences, coping. Routledge.


KENALAN YUK, SPENTIGTE?

MENGAPA SEKOLAH DI SMP NEGERI 3 TEMPEH?

SMP Negeri 3 Tempeh atau yang dikenal dengan sebutan Spentigte merupakan salah satu sekolah umum formal yang berbasis  kehidupan, berbudaya belajar, berkarakter dan berkecakapan hidup. Sekolah yang mengembangkan pendidikan karakter, budaya literasi, kewirausahaan dan kecakapan hidup dalam pembelajaran dan pembinaan ekstrakurikuler. Ketika kalian masuk di Spentigte maka kalian akan dibimbing oleh bapak dan ibu guru untuk mengembangkan karakter baik dalam diri kalian.

Apa sih karakter itu? Karakter adalah perilaku seseorang yang membedakan satu dengan yang lainnya sebagai hasil dari proses interaksi seseorang dengan lingkungannya. Dan hal itu dimulai dari pembiasaan yang dilakukan saat di sekolah. Bentuk Pembiasaan di Spentigte seperti apa ? Ada banyak pembiasaan yang dilakukan di Spentigte untuk membentuk siswa menjadi generasai tanguh yang berkarakter diantaranya adalah: Pembiasaan pagi sebelum pembelajaran dimulai yaitu Membiasakan peserta didik berdoa sebelum memulai dan mengakhiri pelajaran, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sholat pada waktunya bagi yang beragama islam begitu juga bagi yang beragama lain. Mendengarkan lagu-lagu nasional dan daerah pada saat istirahat merupakan salah satu pembiasaan lain yang diberikan di sekolah, selain untuk membuat kondisi otak lebih rileks juga agar tertanam rasa cinta di hati siswa pada bangsa Indonesia dengan keanekaragaman budaya yang dimiliki.  Melaksanakan upacara tiap hari senin untuk membentuk rasa patriotisme dan memberi bantuan terhadap sesama teman yang kesulitan dapat melatih peserta didik memiliki rasa peduli terhadap sesama. 
Fasilitas dan Sarana Prasarana di Spentigte sangat lengkap, bagi siswa yang memiliki potensi dan hobby olahraga juga sudah disiapkan pembina ekstrakurikulernya, sehingga potensi, bakat dan minat mereka bisa tersalurkan dengan baik. Pencak silat, sepakola, bersepeda, basket juga petanque merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Spentigte ini. Banyak Atlit yang dilahirkan dari sekolah ini lho...
Pengembangan Budaya dan kearifan lokal yang mendukung proses pembelajaran merupakan salah satu hal yang terus dilakukan di Spentigte ini, salah satu bentuknya adalah dengan belajar langsung tentang Tari Topeng Kaliwungu pada tokoh aslinya. Siswa langsung dibimbing oleh Penari aslinya, jadi siswa tahu sejarah juga bisa mempraktikkan langsung bagaimana cara membuat topeng dan tariannya. keren kan?
Kegiatan Pembelajarannya juga g kalah keren lho, selain pembelajaran yg sudah CTL yang berpusat pada siswa, pembelajarannya juga sudah mengefektifkan Teknologi Informasi , siswa spen gate sudah dilayani dengan Elektronik Konseling dan Elektronik Konsultasi bagi orang tua, jadi bagi para siswa yang sedang tidak baik-baik saja, punya masalah baik masalah pribadi, sosial, belajar maupun dalam karir (yang berkaitan dengan bakat, minat, potensi dan perencanaan kelanjutan sekolah) semuanya bisa dilakukan secara online, jadi konseling dan konsultasi bisa dilakukan dimana dan kapan saja.

jadi, tunggu apa lagi...???
Sekolah di Spentigte atau SMP NEGERI 3 TEMPEH yuk,
SPENTIGTE, Sekolah pilihan anak-anak Terpilih...



VISI DAN MISI SMPN 3 TEMPEH



            VISI

MEWUJUDKAN SISWA YANG:

BERBUDAYA BELAJAR, BERKARAKTER, BERKECAKAPAN HIDUP



MISI

1. Mensukseskan Pendidikan Dasar 10 Tahun Menuju Pendidikan Menengah 3 Tahun

2. Mengembangkan Pendidikan Karakter, Budaya Literasi, Kewirausahaan Dan Kecakapan Hidup Dalam Pembelajaran Dan Pembinaan Ekstrakurikuler

3. Mewujudkan Sarana Prasarana, Lingkungan Sekolah Dan Kearifan Lokal Yang Mendukung Proses Pembelajaran

4. Mengefektifkan Teknologi Informasi Dalam Pembelajaran, Manajemen Dan Administrasi Sekolah

5. Meningkatkan Komitmen Dan Kompetensi Profesional Dan Pedagogik Guru Menuju Kualitas Pembelajaran Yang Lebih Baik

6. Mewujudkan Kompetensi Personal Dan Sosial Guru Yang Harmonis, Koheren Dan Sinergis

7. Menerapkan Manajemen Partisipatif Seluruh Warga Sekolah, Komite Masyarakat Dan Stakeholder

8. Mengelola Keuangan Sekolah Secara Tepat Sasaran, Efektif, Transparan Dan Akuntabel